1 April 2011.
April
menertawaiku. April Mencemoohku. April berjingkrak-jingkrak. Lalu,
tersungkur di lantai begitu keras. April. Aku ingin membencimu, Oh
Tidak, aku ingin mencintaimu saja.
April
kembali tertawa. Ini April yang kedua. April yang seharusnya
membawakanku sandwich dan Es krim kesukaanku. Ah, sudahlah, ini April
yang tak kuinginkan lagi. Tidak, aku harus mencintai April, sebab, April
menjanjikanku kisah baru, kisah yang kunanti-nanti sejak April pertama
telah berlalu begitu kejam.
Maret
berlalu. Maret pernah meregang. Maret pernah menegang. Maret pernah
menangis. Maret pernah terjatuh. LAlu, tangan April memegang tangannya,
menghapus tangisnya, dan meraihnya untuk bangkit. Yeah, aku mencintai
April, meski Maret benar-benar kejam. Maret pernah memberiku harapan
untuk bersiap menghadapi April. April MOP. tapi, Maret salah sasaran.
Tak ada April Mop. Tak ada April Mop. Tak ada April Mop.
April Hujan. April Dingin.
April
Selamat datang, April.
Selamat Tinggal Maret.
Selamat datang, cintaku.
Selamat tinggal, sayangku.
Ini
bukan April Mop. Ini April yang menggemaskan, April yang menggetarkan
April yang mendebarkan, April yang Indah. Beneran kok, coba nikmatilah
tiap tetesan hujan yang menitik, tutup matamu, rasakan dinginnya menusuk
tulang rusukmu begitu tajam. Indah, dingin, dan U’ll Surprise.
Jangan benci April yah. :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar