A Novel BY RIANTY TAYU SYAFNA
“aku
menunggu seseorang ketika hari senja
sampai
datang padaku gelap dan
meyakinkannya
tiada” (Faizy L)
Zoya
Putri Irana. Wanita berusia 24 tahun dengan segala kesempurnaan yang
dimilikinya. Kecantikan fisik, disenangi banyak teman dalam bergaul dan karir
yang bagus sebagai dosen muda yang cantik, energik, dan pintar. Akan tetapi,
kehidupan pribadinya tak semulus dengan dengan perjalanan cintanya yang selalu
berakhir dengan keperihan yang menikam hatinya. Ada empat nama pria silih
berganti mengisi hidupnya dalam jarak waktu yang berjauhan. Rangga Adisaputra,
cinta pertamanya, seorang Polisi yang bertugas di Palangkayu, Perbatasan Sul
Bar dan Palu. Zoya harus merelakan kekasihnya itu menikah di pertengahan tahun
lalu, hanya dikarenakan mamanya tidak menyetujui anaknya berhubungan dengan
seorang pria bernama polisi. Alasannya, mereka adalah playboy dan tidak mampu
membahagiakanmu. Lalu, Rasya Din Anugrah, seorang mahasiswa pasca sarjana
Jurusan Ekonomi. Seorang pria yang kembali membuatnya percaya akan cinta
setelah 3 tahun tak ingin bersentuhan dengan cinta dan pria atau menutup
hatinya untuk cinta. Namun, pertemuan pertama yang tak disangkanya dan cukup menyebalkan
itu membuatnya harus jatuh cinta lagi. namun, akhirnya diketahuinya kalau orang
yang awalnya sangat dibencinya itu adalah sudah bertunangan. Hal ini membuat Zoya
semakin membenci cinta. Inilah pula awal Zoya mulai bermain dengan cinta.
Setiap ada pria yang mendekatinya, dia memberinya harapan tanpa berniat
memacarinya. Alasannya Cuma satu, ingin membuat Rasya tahu, bahwa laki-laki
bukan hanya dirinya dan yang bisa menunjukkan kemesraan bukan hanya dirinya
saja, tapi Zoya pun mampu melakukan itu. Dan, cara ini berhasil membuat Rasya
jatuh cinta kepadanya setelah setahun Zoya harus menahan perih melihat
kemesraan itu di kampusnya tiap kali mereka bertemu. Dan, sekali lagi, cintanya
kandas, Rasya lebih memilih menikah dengan mantan tunangannya itu. Zoya ikhlas
dan malah menghadiri pesta pernikahannya meski tdak diundang oleh Rasya.
Sungguh, gempa kecil terjadi di hatinya.
Lalu hadirlah Deded
Al fayed, seorang dokter yang mengambil spesialisasi obgin di Jakarta, pria ini
sejak tahun pertama Zoya berkuliah di UNJ, dia selalu mengharap cinta Zoya,
tapi hingga kini pun, bahkan Zoya telah menyelesaikan kuliahnya, hati Zoya pun
sekeras batu, sebeku salju tak juga mencair untuknya. Entahlah, padahal mas Deded
adalah pria yang selama ini selalu menyemangatinya. Yang paling tahu kisah
cintanya dengan Rasya segetir apa. Menampung tangis Zoya jika dia terluka. Dan
Deded pun, tetap tak juga bisa meraih hatinya. Mungkinkah nanti? Di
tengah-tengah usaha Deded meluluhkan hati Zoya, kehadiran Lingga Arwana,
seorang dosen di salah satu PTN terkemuka di Makassar membuat zoya mampu bangkit lagi dari
lingkaran setan tentang cinta yang selalu membuatnya kecewa. Namun, Cintanya
hanya 8 bulan. Meski tak mencintainya sepenuhnya, tapi Zoya berusaha
menjalaninya dengan harapan kelak ketulusan Lingga bisa membuatnya percaya
bahwa dicintai lebih indah daripada mencintai tanpa ada balasan. Tapi, semua
keyakinan itu harus di telannya mentah-mentah, sebab dia harus merelakan
cintanya itu demi sebuah keutuhan atas nama persahabatan. Zoya memilih sendiri.
Memilih melanjutkan karirnya. Gila kerja. Yah, itulah julukan dari sahabat-sahabatnya.
Kekecewaan demi
kekecewaan di telannya mentah-mentah. Bulshitt
dengan pria dan cinta. Namun, di tengah ketidakpercayaannya terhadap pria dan
cinta lagi, muncullah Rayen Faris, seorang anggota polisi di Sulawesi Tengah yang
dikenalnya via dunia maya. Mengakui dirinya telah bercerai dengan istrinya.
Entah, ada getaran yang dahsyat dan ada kesedihan yang menikam hatinya ketika Rayen
menceritakan masa lalunya yang membuatnya iba. Keihklasan untuk menerimanya pun
muncul meski dengan status ‘DUREN’. Sejak putus dengan Lingga, selama 8 bulan lalu,
Zoya harus menjalani hidupnya dengan kesendirian yang membelenggunya. Dia
terkapar dengan cintanya yang tak pernah berakhir bahagia. Menolak sekian penasbih
cinta yang datang padanya hanya alasan tak mudah hatinya jatuh cinta. Sebab, Pria
itu harus benar-benar membuatnya senyaman mungkin. Parahnya, ketika
mempercayakan hatinya kembali untuk cinta, Dia malah terjebak ke sarang
harimau. Pria yang membuatnya percaya bahwa inilah pelabuhan terakhirnya
ternyata seorang playboy cap katak. Zoya
sungguh shock. Akankah perjalanan
cintanya dengan Rayen berakhir bahagia ataukah haruskah menerima cinta Deded
yang tidak pernah meluruh padanya? Ataukah hanya sekedar angan dan impian Deded
semata untuk mendapatkan cinta Zoya, seorang gadis yang terlalu sempurna di
matanya? Entahlah, hanya Tuhan dan Zoya yang tahu. Kini, Zoya hanya percaya
bahwa cintanya yang utuh hanyalah pada Tuhannya, dan pekerjaannya saat ini.
Catatan: Ini Rancangan Novel Ketiga yang saya buat, Meski sebenarnya novel pertama dan kedua tidak pernah diterbitkan. Cerita dalam novel ini belum selesai saya lanjutkan, terpotong di tengah perjalanan disebabkan sesuatu yang sangat sensitif. Saya menuliskan resensinya untuk meminta kritik dan masukan yang membangun untuk melanjutkan cerita ini. :)
“Sore ini akan kujelang senja di sudut kamarku saja.
Bukan di Anjungan pantai bersamamu.
Bukan juga di sudut cafe laguna
Menanti matahari terbenam
dengan menyeruput jus alpukat.
Aku menikmati sendiriku kini
dengan ditemani kepungan rinduku padamu.
Kelak, jika kau disini, Aku sungguh ingin memeluk
senja hanya denganmu saja.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar